RISALAH HATI
Aku
pernah terluka, pernah hancur sehancur-hancurnya. Aku pernah mati, saat ragaku
hidup namun jiwaku tak terasa hidup. Aku pernah ada saat air mataku tak mampu
menggambarkan apa-apa lagi. Aku sudah tak utuh, aku hancur karena luka. Aku tak
lain hanyalah ruang hampa. Manusia yang dulu pernah aku kaitkan dengan masa depanku,
kini sudah benar-benar ditelan lupa. Ditinggal dan meninggalkan sudah menjadi
janji paling tulus yang tak dapat ditelus saat memilih jatuh hati. Kemudian
dalam gemeretak patah, hatilah yang rusak terparah, Terima kasih sudah
mengembalikan hatiku meski tercabik dan kini tak lagi berbentuk.
Kamu takkan
pernah tau, bagaimana beratnya menata senyum pasca disuguhi perihnya pilu. Hati
yang menganga menjadi bukti bahwa cinta tak selamanya indah. Lukanya
bersembunyi dibalik rasa bahagia yang tengah merekah. Di setiap penghujung malam
semua percakapan diantara kita hingga pagi buta hanyalah lagu rindu yang
melankolis, semua kembali dalam ingatan saat virus begadang mulai menyerang
kedamaian malamku. Disitulah hari hari mencekam saat aku kehilangan. Andaikata aku
boleh berbicara perihal kebenaran membencimu dengan segala kejahatanmu butuh
paksaan. Kadangkala ada sesak ditiap detik yang berdetak, seolah berontak.