Rabu, 31 Juli 2019

Kondisi Ketersediaan Pangan terhadap Ketahanan Pangan di Kecamatan jaten kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah


Kondisi  Ketersediaan Pangan  terhadap  Ketahanan Pangan di Kecamatan jaten kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
(Yuli Isnawati, 23020117120xxx)
Teknologi Pangan A 2017

Sasaran pembangunan dalam bidang pangan yaitu ketersediaan pangan terkecukupi  dan diversifikasi  pangan yang meningkat. Pencapaian tersebut dapat diraih dengan meningkatkan ketahanan pangan melalui upaya peningkatan produksi, konsumsi masyarakat, pemasaran/distribusi, kemampuan penyediaan pangan serta kebijakan harga. Suatu daerah tergolong mempunyai ketahanan pangan yang tinggi apabila ketersedian pangannya memadai, memiliki keragaman dan  memiliki mutu gizi yang seimbang setiap saat. Kecukupan tersebut mengandung pengertian bahwa ketersediaan pangan dapat diperoleh terus menerus, merata di setiap daerah dan tejangkau oleh daya beli masyarakat sehingga terpenuhi kebutuhan gizi masyarakat(Prinstrup, 2009) Kecukupan pangan yang berasal dari hasil pertanian dan peternakan sebagai tolak ukur perkembangan perekonomian di Indonesia, sehingga sangat penting untuk membangunnya, karena pangan sebagai salah satu bagian pembangunan bangsa Indonesia. (Lipper et al, 2014)
Menurut Adawiyah dan Rusdiana (2012), bahwa akhir-akhir ini isu ketahanan pangan kembali menyeruak ketika dilanda bencana alam yang berkepanjangan seperti musim kemarau krisis air dan musim hujan banjir, sehingga akan terjadi kerawanan pangan tetapi kehawatiran tersbeut cukup aman dan terkendali. Naiknya harga pangan yang diakibatkan terjadinya iklim di Indonesia yang tidak dapat diprediksi, sementara ini harga pangan setiap tahunnya selalu meningkat mengakibatkan kemerosotan perekonomian dimasyarakat meningkat. Banyak masyarakat yang mengeluh karena naiknya harga pangan yang tidak untuk dikonsumsi dan naiknya bahan bakar minyak, gas dan listrik, mengakibatkan masyarakat diplosok pedesaan mengeluh dan jatuh miskin, untuk itu pemerintah harus cepat tanggap, agar hal tersebut tidak menjadi beban pemerintah. Menurut Rusdiana dan Maesya (2017) bahwa sesuai dengan perkembangan era globalisasi dan liberalisasi perdagangan bebas, beberapa komoditas pangan telah menjadi komoditas yang semakin strategis. Dinamika ketidak pastian dan ketidak stabilan produksi pangan secara nasional dan senantiasa banyak mengandalkan pada ketersediaan pangan di pasar impor dunia.
Ketersediaan dan kebutuhan pangan baik pada tingkat keluarga, masyarakat dan wilayah antara lain dipengaruhi oleh faktor jumlah penduduk, tingkat dan ragam pangan yang diproduksi.. Pendekatan yang dipakai adalah tingkat produksi (supply) atau ketersediaan dibandingkan dengan jumlah penduduk. Hal utama yang menjadi pusat khusus dalam mengidentifikasi bagaimana ketersediaan pangan dikecamatan jaten adalah pasokan beras, karena beras merupakan makanan pokok bagi masyarakat, jika kebutuhan pokok tersedia dengan baik, maka dipastikan ketahanan pangan akan baik juga, meski masih ada faktor-faktor lain yang harus diperhatikan tak hanya sumber karbohidrat saja, melainkan sumber protein, mineral dan zat-zat miror dan mayor . Permasalahan yang terjadi saat ini adalah pertumbuhan penduduk mengalami kenaikan per tahunnya, hal ini akan berdampak semakin sempitnya lahan untuk pertanian, yang mengakibatkan produksi bahan pangan berkurang.
Pada tahun 2009  jumlah penduduk kecamatan jaten kabupaten karanganyar sebanyak 70.993 jiwa, terdiri dari 35,219 laki-laki dan 35.744 perempuan. Kemudian pada tahun 2010 mengalami peningkatan sebanyak 116 orang menjadi 71.109 jiwa. Pada tahun 2011 BPS melakukan pemutahiran data sehingga jumlah penduduk jawa tengah menjadi 80.726 jiwa yang terdiri dari 39.936 laki-laki dan 40.790 perempuan.  Data BPS pada tahun 2012 penduduk jawa tengah tercatat sebanyak 80.766 jiwa sedangkan pada tahun 2013 jumlah penduduk meningkat menjadi80.901 jiwa terdiri dari 39.807 laki laki dan 41.094 perempuan. Pertumbuhan penduduk ini megakibatkan peningkatan kebutuhan perumahan yang berakibat berkurangnya ketersediaan bahan pangan yang ada (BPS, 2009-2013).
 Ketersediaan bahan pangan di Jawa Tengah semakin menurun seiring bertambahnya tahun Produksi padi mengalami penyusutan tiap tahunnya. Pada tahun 2014 produksi padi sebesar 19.375,5 ton, Pada tahun 2015 mengalami penyusutan menjadi 18.765,3 ton. Pada tahun 2016 sebesar 18.137,1 ton, pada tahun 2017 mengalami penurunan yang banyak menjadi 17.490,2 ton dan pada tahun ini 2018 produksi padi sebesar 16.824,2 ton dengan asumsi produktivitas 6,44 ton/ha.Jika dikonversi padi ke beras maka didiketahui hasil bahwa pada tahun 2014 sampai 2018 ini pasokan beras mengalami penyusutan sebesar 7,3%. Pada tahun 2018 ini produksi beras sebesar 9.784,93, padahal pada tahun 2017 produksi beras sebesar 10.172,31.(BPS, 2014-2018) Mengacu pada perkiraan konsumsi beras/kapita/tahun sesuai susenas ,maka produksi beras dikecamatan  jaten pada tahun 2018 diperkirakan sudah berada pada ambang batas minimal. Melihat data tersebut jumlah pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan beras tidak sebanding,diperkirakan pada tahun 2020 nanti produksi beras sudah mengalami kekurangan sebesar - 69,7 ton dengan asumsi rata-rata konsumsi beras 102,7 kg/kapita/tahun, jika itu terjadi maka dampaknya masyarakat akan kelaparan dan kekurangan gizi, tidak hanya itu efektivitas kerja pun akan berkurang. Salah satu upaya untuk mengurangi ketidaksebandingan antara jumlah penduduk dan ketersediaan pangan adalah dengan peran pemerintah yaitu dilakukan program migrasi ke suatu wilayah yang memiliki lahan yang luas dan berkecukupan, melakukan program turun desa memperkenalkan masyarakat desa terhadap substitusi pangan, bahwa masih banyak  bahan pangan yang bisa menggantikan beras, seperti jenis umbi-umbian, gandum, dll, memberikan keringanan bagi petani yang menanam padi dalam pembayaran pajak PBB, Memberikan peminjaman untuk modal petani dengan suku bunga yang relatif kecil dengan jangka waktu yang relatif lama agar mempermudah petani, menjaga stabilitas pasokan beras dan insentif harga, memperbaiki sistem irigasi, karena masalah utama atas ketidakberhasilan dalam panen adalah kurangnya ketersediaan air, melakukan pengembangan lembaga dan jaringan bisnis dan terakhir perlu adanya penambahan alokasi dana APBD bidang pertanian untuk pemberian insentif bagi petani penanam padi dalam rangka menjaga kestabilan ketahanan pangan wilayah.
Dapat disimpulkan bahwa kondisi ketersediaan pangan dikecamatan jaten cukup memprihatinkan ditinjau dari ketersediaan sumber pangan pokok yaitu beras, produktivitas padi yang semakin menurun tiap tahunnya, tercukupinya ketersediaan pangan itu sangat penting dalam mencapai ketahanan pangan, perlu adanya pengawasan untuk mengontrol wilayah-wilayah yang sedang krisis dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya. Peran pemerintah sangat diperlukan dalam hal ini untuk mengendalikan krisis yang terjadi.
                                             Daftar Pustaka
Adawiyah, C.R dan S. Rusdiana. 2017. Analisis ekonomi dan prospek usaha tanaman dan ternak sapi dilahan perkebunan kelapa. J. SEPA (Social Economic and Agribusiness ). 10(1): 118-131
BPS 2009, Kecamatan Jaten Dalam Angka2009, Karanganyar : BPS
BPS 2010, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2010, Karanganyar : BPS
BPS 2011, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2011, Karanganyar : BPS
BPS 2012, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2012, Karanganyar : BPS
BPS 2013, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2013, Karanganyar : BPS
BPS 2014, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2014, Karanganyar : BPS
BPS 2015, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2015, Karanganyar : BPS
BPS 2016, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2016, Karanganyar : BPS
BPS 2017, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2017, Karanganyar : BPS
Lipper, L., P. Thornton, B.M. Campbell., T. Baekader., A. Braimoh., M. Bwalya dan R. Hottle. 2014. Climate-smart agriculture for food security. Nature Climate Change Journal. 4(12) :1068
Prinstrup, A . P. 2009. Food security: definition and measurement. Food Security Journal. 1(1): 5-7
 Rusdiana, S dan A. Maesya. 2017. Pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan pangan di Indonesia. J. Agriekonomika. 6(1): 12-25
Wibowo, C. S. 2015. Dampak pengalihan fungsi lahan sawah pada produksi padi  sampai tahun 2018 dan implikasinya terhadap ketahanan pangan wilayah (Studi di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah). J. Ketahanan Nasioanal. 2(1): 107-117



Kontribusiku dalam Dakwah Kampus


Kontribusiku dalam Dakwah Kampus

Nama saya Yuli Isnawati, saya merupakan mahasiswi angkatan 2017 jurusan teknologi pangan, untuk saat ini saya aktif dibidang riset dan ROHIS fakultas di Fakultas tercinta. Fakultas Peternakan dan Pertanian Selain itu saya juga ikut berkontribusi di Rumah Amal MasKam UNDIP. Saat ini saya diamanahi untuk menjadi staff BPMAIF. Disini saya sebagai fasilitator untuk bidang mentoring, yang tentunya memiliki proker proker di bidang mentoring, melihat  segi keislaman FPP yang sangat minim jika dibandingkan dengan Fakultas yang lain saya bersama rekan rekan saya BPMAIF berusaha untuk memberikan fasilitas terbaik yang sesuai dengan kemampuan kita. Alhasil kadang saya merasa kecewa, dan kadang membuat saya malas untuk membuat kegiatan. Saya juga kecewa dengan sistem praktikum yang menyita banyak waktu, sehingga orang-orang melupakan apa yang semestinya dibutuhkan yaitu kestabilan iman, tak hanya itu kurangnya kesatuan antar anggota ROHIS yang membuat ROHIS tak nampak hidup di kampus ini. Meski demikian saya sadar bahwa memang tak mudah untuk mendakwahkan agama Allah, bahkan Rasulullah pun mengalami masa masa yang sulit, itulah yang membuat saya kembali bersemangat untuk senantiasa bertahan di dunia dakwah dikampus, sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat untukorang lain, dengan cara saling mengingatkan itulah yang bisa saya lakukan, karena saya juga masih kurang imu, Untuk memperdalam ilmu agama saya, saya menyempatkan waktu dimaskam dengan rekan rekan saya beda fakultas, iya beda fakultas dan terkadang bersama rekan saya BPMAIF, menghadiri inspirasi pagi yang diadakan INSANI dan juga ikut kajian di FSM setiap hari senin, di FPP memang ada, akan tetapi saya tidak berani sendiri, untuk itu saya datang di FSM karena teman teman hijrah saya banyak disana, dan kajian kajian yang diadakan di ROHIS fakultas yang lain seperti Al-Bahrain, skripsi, madani dll. Dengan cara Roadshow itulah yang bisa saya lakukan, mengamati apa apa kelebihan mereka dan nantinya saya berusaha menerapkan sistemnya di An-Nahl. Meskipun saya adalah orang yang sangat kecewa akan sistem An Nahl tapi saya memiliki kewajiban untuk dakwah. Rasa kecewa haruslah menjadi ajang perubahan bukan memutuskan semangat dalam berdakwah, iya, seperti layaknya penyair, karena segala dukanya ia tumpahkan menjadi sebuah karya seni, maka karya seni itupun bisa bermanfaat untuk orang lain, mempermudah memaknai apa yang di inginkan yang sebelumnya sangat sulit untuk di jelaskan pada orang lain. Sama halnya dalam berdakwah karena rasa kecewa itulah yang membakar semangat kita untuk berdakwah menggalang perubahan bahwa ROHIS itu sama dengan organisasi yang lain, tidak hanya akwat maupun ikhwan.

Al-Qur’an Kompas Membentuk Pemuda KPK (Kompetensi, Profesionalitas dan Kontribusi)


Al-Qur’an Kompas Membentuk Pemuda KPK (Kompetensi, Profesionalitas dan Kontribusi)

Oleh : Yuli Isnawati


Kompleksitas permasalahan  karakter atau moralitas pemuda pada zaman milenial ini telah menjadi pemikiran sekaligus keperihatinan  bersama. Krisis karakter atau moralitas pemuda ditandai oleh meningkatnya kemalasan, ketidakjujuran, ketidaksiplinan serta pergaulan bebas yang sudah menjadi patologi dalam masyarakat. Demoralisasi ini karena proses pembelajaran biasa cenderung mengajarkan pendidikan moral dan budi pekerti sebatas tekstual semata dan kurang mempersiapkan pembelajar untuk menyikapi kehidupan yang kontradiktif tersebut (Zubaedi, 2011).. Kegagalan meletakkan Al-Quran dan Al-Sunnah dalam setiap urusan akan menyebabkan kegagalan dalam membentuk akhlak muslim yang komited terhadap tuntutan agama (Ahmad Munawar& Nuranizah, 2010). Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam, dan diyakini bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang paling sempurna melengkapi kitab-kitab lain seperti kitab Injil, Taurat dan Zabur. Al-Qur’an memiliki keistimewaan tersendiri salah satunya Al-Qur’an ditulis dalam bahasa arab yang memungkinkan Al-Qur’an mudah untuk dihafalkan. Saat ini sudah banyak pemuda - pemuda Islam bahkan anak kecil yang sudah hafal Al-Qur’an 30 Juz. Sungguh kebanggaan tersendiri bagi umat islam yang nantinya diharapkan mampu berdakwah melanjutkan dakwah Rasulullah SAW. Selain itu Al-Qur’an mencakup segala aspek kehidupan mulai dari segi ekonomi, Politik, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, sejarah dan sebagainya.  Sungguh memprihatinkan pada zaman ini dimana banyak pemuda pemuda yang notabene beragama islam akan tetapi tidak paham akan Al-qur’an itu sendiri, mereka hanya tau bahwa Al-quran adalah kitab mereka, akan tetapi enggan untuk mengkaji dan mentafsirkan makna-makna yang terkandung didalamnya. Banyak juga pemuda pemudi islam yang bahkan sudah khatam al-qur’an akan tetapi sekedar membaca tidak meresapi dan mengamalakan ayat suci Al-quran itu sendiri. Sesungguhnya orang yang membaca Al-Quran itu hanya mendapatkan pahala akan tetapi jika mengkaji dan mengamalakan  Al-Qur’an maka surga adalah jaminannya. 

Dari Aisyah r.h.a berkata bahwa Rasulullah saw.bersabda , “Orang yang ahli dalam al Qur’an akan berada bersama malaikat pencatat yang mulia lagi benar, dan orang terbata-bata membaca al Qur’an sedang ia bersusah payah (mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali.” (HR. bukhari, Nasa’I, Muslim, Abu Daud, Tarmidzi, dan ibnu Majah) . 

Kita sebagai pemuda islam adalah agent of change dimana tidak hanya diperlukan spiritualitas, moral/akhlak tapi diperlukan pribadi yang tangguh dengan jiwa kepemimpinan yang baik tapi diperlukan juga kompeten dalam bidang keilmuannya dan profesional serta kontribusi nyata. Kompetensi adalah jiwa yang harus dimiliki pemuda saat ini dimana memiliki kemampuan menguasai segala aspek kehidupan baik itu ketrampilan dan ilmu pengetahuan yang luas. Jika kita tinjau pada zaman peradaban islam, Islam pernah berjaya dan berkembang pesat dunia ilmu pengetahuan ketika abad ke 8 dan ke 11 pada masa bani abbasiyah dan ummayah dan salah satunya bukti nyata ada di andalusia yang bertepatan di Spanyol. Kita bisa lihat masjid Kordoba. contoh sejarawan islam yaitu Ibnu alhaithan yang menemukan ide kamera yang sampai saat ini kita gunakan untuk selfie, mengabadikan moment penting dan lain-lain. Abbas bin Firnas adalah orang yang mampu membuat kapal terbang, Abu al qasim al zahrawi adalah seorang yang ahli dibidang pembedahan, maryam al astrolalbi yang menemukan sistem astrolobe yang mempermudah posisi bintang, navigasi dan satelit, ibnu sina yang terkenal ahli kedokteran. Hal ini membuktikan bahwa banyak tokoh tokoh islam banyak yang berkompeten, Profesionalitas, sehebat apapun kita, jika kita tidak disiplin, tidak mengikuti aturan, tidak merencanakan segala sesuatunya dengan baik atau bergerak sembarangan maka tidak akan ada gunanya makadariitu kita harus profesional agar kompetensi dan kontribusi kita tajam dan bergema. Konstributif, kompetensi yang kita miliki harus diatas dan yang paling penting mampu menciptakan solusi bagi negri ini, jadi kita sebagai pemuda islam harus memberikan kontribusi terbaik dengan diisi semangat untuk membuat bangsa ini lebih bermartabat dan diridhoi oleh Allah SWT. Rusaknya peradaban islam karena rusaknya ilmu pengetahuan, rusaknya ilmu pengetahuan karena rusaknya pandangan dunia, dan rusaknya pandangan dunia dikarenakan meninggalkan adab. Jadi dengan kita mampu menjadi Pemuda yang KPK(Kontribusi, Profesionalitas dan Konstributif) kita mampu mejayakan peradaban islam kembali.

JALANKU MENJEMPUT HIDAYAH

   JALAN KU MENJEMPUT HIDAYAH
    Oleh : Yuli Isnawati

        Hijrah ku dimulai saat aku mulai bergabung di aktivis dakwah sekolah atau yang dikenal dengan ROHIS. Aku bertemu dengan teman teman dan kakak kakak yang sudah paham akan agama. Keluargaku sendiri tidak begitu paham dengan agama yang sesuai syariat atau ga sesuai sunnah. Bertepatan saat usiaku 17 tahun aku mulai mengenakan hijab syar'i, yang saat itu aku dibimbing oleh pacarku, iya dulu aku punya pacar, dia sangat menyayangiku, tiap aku berubah atau tidak menggunakan hijab syar'i pasti dia bakal marah-marah. Kita deket karna kebetulan kita berada diorganisasi yang sama dan pernah berada diruangan yang sama saat karantina lomba olimpiade, yaaa lumayanlah buat pdkt hehe, selain dia yang memprakasai jalan hijarahku dia juga sering banget ngajarin aku kimia, so dari situ aku jadi suka kimia, karna pasti ingat dia. Begitulah cinta, seiring berjalannya waktu aku sering baca baca artikel seputar dakwah, semakin berkembang pola fikirku untuk mengenal islam,namun pada suatu waktu aku menemukan suatau pemahaman yang bertolak belakang dengan yang aku alami bahwasannya pacaran itu tidak boleh dalam agama. 


 وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا



Yang Artinya Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk ( Al-Isra' Ayat 32)


        Aku berfikir berulang kali,disamping aku ingin menaati syariat tetapi aku masih cinta, pokoknya payah saat itu, kemudian aku dapat ide untuk memutuskan break, bisa gasih kalau aku hidup tanpa dia. Sejak aku pacaran seolah olah hidupku bergantung sesosok dia, jadi kek manja terus ya gitu gitu lah kek remaja pada umumnya. Hari demi hari aku lalui aku mencoba ga bales chat dia, dan ga bales kommenan dia disosmed, bener-bener pasang muka cuek ke dia. Jahat memang kalau kek gitu, tapi apalah daya itu upayaku untuk melatih diri hingga akhirnya dia tidak tahan dengan sikapku yang akhirnya kita putus beneran. Sumpah drama banget, aku nangis beberapa hari sampekku banting Hpku, kek nyesel kenapa aku ga bales chat dia sih dulu. Semua yang pernah ku lakuin sama dia terniang diotak, biasanya dia sering ngasih aku motivasi belajar, dakwah terus perhatian kini udah ga lagi, hpku sepi sunyi dan dia udah nyaman dengan wanita lain.

     Penyesalan pasti ada, tapi aku mencoba bangkit dan ga mau perlihatkan kesedihanku pada dia, biar aku ajah yang ngrasain, be strong women. Kalau ketemu disekolah bener bener menghindar termasuk dengan wanita pilihannya sebagai penggantiku. Hanya itu yang bisa kulakuin agar hatiku engga terluka parah. Aku menyibukkan dengan berbagai kegiatan, disaat itu aku diamanahi menjadi leader di 2 organisasi yaitu ROHIS dan juga Jurnalistik. Aku juga ikut bimbingan kelas olimpiade kebumian, fisika, kimia dan matematika. Banyak yang bilang otakmu kok muat??? hahaha, sebenernya kalau ada tekat pasti mudah untuk mengerjakan. Aku ikut kelas olimp bukan karena pandai, tapi guruku bilang kalau aku ingin ikut, ikut ajah gapapa, itung itung menjadi saingan mereka mereka yang sebenernya sudah dipilih guruku buat maju olimp, jadi mereka lebih giat buat belajar. Tetapi, aku tetep intensif belajar kebumian yang menjadi bidangku kala itu. Cukup banyak upayaku buat melupakan cinta, tapi tetap saja selalu kebayang mana kala ketemu mereka berdua atau teman-teman yang jahil. Alhamdulillah aku kuat, hingga 1 tahun berjalan, mantan pacarku lulus dan pergi ke kota untuk melanjutkan kehidupan. Sebenernya aku sudah banyak berharap untuk hidup dengannya, aku ingin mencintai 1x setelahnya aku menikah. Jika dihitung aku pacaran sekitar 3 bulanan, jadi dia nembak saat awal liburan semester kelas X dan putus awal semester kelas Xl, cukup singkat tapi pdktnya dari awal masuk SMA. Kemudian aku kelas Xll, aku belajar dengan giat karna aku pingin kuliah, udah ga mikir cinta-cintaan dan organisasi. Fokus dengan masa depan, akan tetapi semakin kesini semakin bimbang. Kalau kuliah ngabisin uang sedangkan kalau engga kuliah mau kerja apa? hanya lulusan SMA, disamping itu aku merasa malu, takut kalau ditanya guru guruku kalau ketemu dijalan, kek buat apa dulu aku rajin banget sekolah dan belajar kalau 1 langkah lagi aku ga selesai, sangat disayangkan. Hingga akhirnya usahaku tidak sia sia selama sekolah 3 tahun aku diterima di PTN ternama di Indonesia dan dijurusan prodi favorit se PTN itu no.5 kala itu. Ayah ibuku support aku penuh, karena aku anak yang nurut sama orang tua, jadi apapun yang menjadi pilihanku mereka akan usahakan yang terbaik buat aku..di fase ini aku bertemu dengan seorang laki-laki yang sangat faham akan sunnah. MasyaAllah pokoknya, dia sesosok yang tegas, sikapnya dingin banget kalau sama perempuan. Aku dimasukkan digroup Tegar Di atas Sunnah Akhwat, nah dari situ aku mulai belajar, jadi aku dari awal ga terjerumus dengan banyak bid'ah yang mana malah menjerumuskan ke syirikan.

   1 tahun kuliah di PTN tersebut aku tinggal dikontrakan bersama teman teman satu wilayahku/daerah aku tinggal. Sebenernya nyaman tinggal bareng mereka, tapi aku merasa kurang terjaga, banyak cowok yang diajak main ke kontrakan yang kebetulan kamarku depan pintu utama. Udah gitu kontrakannya serem dan ga ada wifi. Teman-teman yang lain juga pindah dan aku memutuskan untuk pindah juga, selama 1 tahun itu juga aku aktif mentoring, ikut kegiatan keagamaan dikampus, dan sering dateng ke kajian dimasjid kampus karna jaraknya lumayan deket sama kontrakan. Tahun kedua aku berada di Rumah Tahfidz Muslimah Cendekia. MasyaAllah banget...aku menemukan lingkungan yang bagus, yang bener bener mengajak aku dalam hal kebaikan. Disini aku dituntut untuk menjadi hafidzah, disela sela kesibukan aku kuliah. Berperan menjadi santri, mahasisiwi dan aktivis tentu tidak mudah, aku sering kehilangan arah dan bingung mana yang harus aku dahulukan. Tetapi ustadzahku mengatakan jadilah Sholehah dan Muslihah. Maknanya sholehah itu kita taat dan patuh pada Allah, jadi ya kita menjalankan ibadah wajib, mengerjakan sunnah sunnah Rasulullah dll. Sedangkan muslihah ialah kita bermanfaat untuk orang lain, jadi antara akademis, aktivis dan nyantri itu berjalan imbang...

BERSAMBUNG...

Cerita ini bersambung karena penulis masih harus menjalani ujian ketaatan dan ke istiqomahan hehe, doakan aku dan ingatkan aku selalu untuk menebar kebaikan agar bermanfaat untuk orang lain..
sekian dan terima kasih...




                                                                                                               




NIKAH MUDA

NIKAH MUDA Assalamu’alaikum guys,, kali ini aku ingin bercerita mengenai topic nikah muda, well pasti dari kalian ada nih yang pingi...