SELF
REGULATED LEARNING
Seni
Mengelola Diri
Oleh : Yuli Isnawati
Seni Mengolah Diri sangat penting untuk diketahui,
terutama bagi seorang pelajar atau mahasiswa untuk bisa mengontrol diri,
mamahami diri dan managemen diri. Seni Mengelola Diri ada 3 cara yaitu:
1.)
Mengelola
emosi
Setiap manusia memiliki emosi. Sebenernya ketika kita
berbicara mengenai emosi, pasti yang terlintas dibenak kita diindikasikan
dengan marah-marah terus sensi, padahal arti dari emosi sendiri adalah perasaan
kita saat itu, apakah tengah sedih, senang, boring, tertawa dll. Emosi sendiri
bisa positif bisa juga negatif. Emosi itu muncul ketika terdapat suatu kejadian
kemudian kita persepsi (irasional) kemudian direspon dengan emosi, emosi ini
akan berpengaruh pada perilaku kita, saat kita sedih tidak mungkin kita bisa
tertawa, pasti akan merasakan gelisah, kecewa, menyendiri dan penyesalan.
Trus apasih pentingnya kita harus mengelola emosi? Karena
emosi sangat berpengaruh pada prestasi, kemudian dengan teman-teman sekeliling yang
akan berdampak negatif bagi diri kita. Nah, bagaimana caranya kita mengelola
emosi dengan baik? Oke...i can share with you all. Hal yang dilakukan pertama
kali adalah mengidentifikasi emosi yang dirasakan, merubah cara pandang dan
mengubah emosi negatif menjadi positif.
Misalnya kita lagi ada masalah nih, biasanya mahasiswa
sensi banget kan ya kalau dapat nilai C, trus kita kek berfikiran negatif gitu,
udah membayangkan ke semester semester nanti, ahhh pasti aku ntar ga bisa lulus
cumlaude,aku gabisa 3,5 tahun dan lain-lain. Hal itulah yang membuat kita bakal
down sehingga prestasinya akan menurun, untuk itu kita ubah kalimat dengan
emosi positif seperti semester depan nilaiku harus baik, dengan pemikiran
positif itulah yang akan membuat diri kita bangkit. Tapi kan ga semua orang
bisa kek gitu kak? sifat orang beda-beda, oke ada tips lagi kok, sans
hehehe....Cara mengubah emosi negatif yaitu dengan CBT/pola ABCDE, self talk,
relaksasi dan dzikir.
a.)
CBT/pola
ABCDE
A = activating
event, jadi ada hal yang menimpa kita, misalnya tadi nilai kita jelek.
B = (irrasional believe) , terus malah kita kek
berfikiran yang ga rasional dengan kemungkinan-kemungkinan yang bikin kita
emosi negatif
C = consequence , akibat dari pemikiran irasional
tadi,misalnya kita jadi kek stress terus murung dikamar,hilangsemangat,,
D = disputing irrational believe, mengganti pemikiran
irasional menjadi lebih adaptif dan realistis.
E = (new) effect , dampak dari pikiran positif.
b.)
Self
talk atau berbicara pada diri sendiri, coba kita analisis sebenernya apasih
alasan yang mendasari kenapa kita dapat nilai C atau kah dari internal atau
eksternal. Internal sendiri bisa seperti karna memang materinya susah terus
kita kurang maksimal belajarnya. Kalau eksternal seperti mungkin dosennya sensi
ke kita, atau karna kurang bisa ngajar. Setelah kita fikir fikir, kita pasti
tau dan akan membuat kita setidaknya tenang, bahwa ada sebab pasti akan ada
akibat, cobalah untuk memahami diri kita sendiri.
c.)
Relaksasi
atau menenangkan jiwa, beda ya guys sama dengan muhasabah. Relaksasi lebih ke
perasaan yang menenangkan sedangkan muhasabah kek lebih membuat diri kita
sedih. Relaksasi bisa dilakukan dengan iringan musik yang menenangkan dengan
posisi tubuh yang nyaman kemudian ada pemandu yang memberikan kita arahan apa yang
harus kita lakukan dengan suara halus. Selain itu Nabi SAW bersabda, "Jika salah seorang di
antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya
tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring." (HR Ahmad).
d.)
Dzikir.
Memohon ampun pada Allah, karena ketika kita memperbaiki hubungan dengan Allah,
maka Allah akan memperbaiki hubungan kita dengan MakhlukNya.
Abu Hazim rahimahullah mengatakan,
“Tidaklah seseorang memperbaiki hubungannya dengan Allah melainkan Allah akan
memperbaiki hubungan dengan sesamanya. Sebaliknya, tidaklah jelek hubungan
seseorang dengan Allah melainkan Allah akan burukkan hubungan dia dengan orang
lain. Demikian itu karena berbuat baik kepada satu orang tentu lebih mudah
daripada berbuat baik kepada semua orang. Sungguh ketika hubunganmu dengan
Allah baik maka semua orang akan condong kepadamu dan ketika hubunganmu dengan-Nya buruk maka
semua orang akan berpaling meninggalkanmu.”
2.) Mengelola Waktu
2.) Mengelola Waktu
Waktu merupakan sumber daya
universal, gratis, adil dan merata. Setiap manusia memiliki waktu yang sama
yaitu setiap harinya terdapat 24 Jam, namun bagaimana caranya agar waktu yang
kita miliki menghasilkan impact yang bagus. Masalah yang sering muncul yaitu
kita gagal membagi tujuan dalam tahapan tugas,seperti tidak bisa
mengkelompokkan mana yang bener-bener urgent mana yang masih bisa ditunda.
Kemudian, kurang pengetahuan dalam management waktu. Nah strateginya ialah kita
bisa membuat agenda/jadwal yang akan kita rencanakan/planning, kemudian membuat
spesifikasi rencana. Setelah itu, membuat prioritas kegiatan rencana yaitu
urgent, urgent bisa ditunda, atau tidak terlalu penting. Kita harus
kelompokkan kegiatan kegiatan tersebut dan istirahat sejenak atau ‘me time’. Ada salah satu firman
Allah yang memperingatkan agar kita senantiasa menggunakan waktu dengan baik.
Dalam (QS. Al-‘Asr ayat 1-3) Allah berfirman : “Demi
masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman
dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling
menasihati untuk kesabaran.”
3.) Mengelola
Lingkungan
Lingkungan
terbagi menjadi 2 yaitu lingkungan fisik dan sosial. Mengelola lingkungan fisik
yaitu dengan pertahankan atensi dan konsentrasi. Sedangkan mengelola lingkungan
sosial yaitu dengan keterampilan mencari bantuan, keterampilan membangun relasi
keterampilan menyampaikan pesan dan menjadi pendengar yang baik.
cr: Dosen Psikologi UNDIP (Eni Ratna Kustanti, S.Psi.,
M.Psi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar