Rabu, 31 Juli 2019

Kondisi Ketersediaan Pangan terhadap Ketahanan Pangan di Kecamatan jaten kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah


Kondisi  Ketersediaan Pangan  terhadap  Ketahanan Pangan di Kecamatan jaten kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
(Yuli Isnawati, 23020117120xxx)
Teknologi Pangan A 2017

Sasaran pembangunan dalam bidang pangan yaitu ketersediaan pangan terkecukupi  dan diversifikasi  pangan yang meningkat. Pencapaian tersebut dapat diraih dengan meningkatkan ketahanan pangan melalui upaya peningkatan produksi, konsumsi masyarakat, pemasaran/distribusi, kemampuan penyediaan pangan serta kebijakan harga. Suatu daerah tergolong mempunyai ketahanan pangan yang tinggi apabila ketersedian pangannya memadai, memiliki keragaman dan  memiliki mutu gizi yang seimbang setiap saat. Kecukupan tersebut mengandung pengertian bahwa ketersediaan pangan dapat diperoleh terus menerus, merata di setiap daerah dan tejangkau oleh daya beli masyarakat sehingga terpenuhi kebutuhan gizi masyarakat(Prinstrup, 2009) Kecukupan pangan yang berasal dari hasil pertanian dan peternakan sebagai tolak ukur perkembangan perekonomian di Indonesia, sehingga sangat penting untuk membangunnya, karena pangan sebagai salah satu bagian pembangunan bangsa Indonesia. (Lipper et al, 2014)
Menurut Adawiyah dan Rusdiana (2012), bahwa akhir-akhir ini isu ketahanan pangan kembali menyeruak ketika dilanda bencana alam yang berkepanjangan seperti musim kemarau krisis air dan musim hujan banjir, sehingga akan terjadi kerawanan pangan tetapi kehawatiran tersbeut cukup aman dan terkendali. Naiknya harga pangan yang diakibatkan terjadinya iklim di Indonesia yang tidak dapat diprediksi, sementara ini harga pangan setiap tahunnya selalu meningkat mengakibatkan kemerosotan perekonomian dimasyarakat meningkat. Banyak masyarakat yang mengeluh karena naiknya harga pangan yang tidak untuk dikonsumsi dan naiknya bahan bakar minyak, gas dan listrik, mengakibatkan masyarakat diplosok pedesaan mengeluh dan jatuh miskin, untuk itu pemerintah harus cepat tanggap, agar hal tersebut tidak menjadi beban pemerintah. Menurut Rusdiana dan Maesya (2017) bahwa sesuai dengan perkembangan era globalisasi dan liberalisasi perdagangan bebas, beberapa komoditas pangan telah menjadi komoditas yang semakin strategis. Dinamika ketidak pastian dan ketidak stabilan produksi pangan secara nasional dan senantiasa banyak mengandalkan pada ketersediaan pangan di pasar impor dunia.
Ketersediaan dan kebutuhan pangan baik pada tingkat keluarga, masyarakat dan wilayah antara lain dipengaruhi oleh faktor jumlah penduduk, tingkat dan ragam pangan yang diproduksi.. Pendekatan yang dipakai adalah tingkat produksi (supply) atau ketersediaan dibandingkan dengan jumlah penduduk. Hal utama yang menjadi pusat khusus dalam mengidentifikasi bagaimana ketersediaan pangan dikecamatan jaten adalah pasokan beras, karena beras merupakan makanan pokok bagi masyarakat, jika kebutuhan pokok tersedia dengan baik, maka dipastikan ketahanan pangan akan baik juga, meski masih ada faktor-faktor lain yang harus diperhatikan tak hanya sumber karbohidrat saja, melainkan sumber protein, mineral dan zat-zat miror dan mayor . Permasalahan yang terjadi saat ini adalah pertumbuhan penduduk mengalami kenaikan per tahunnya, hal ini akan berdampak semakin sempitnya lahan untuk pertanian, yang mengakibatkan produksi bahan pangan berkurang.
Pada tahun 2009  jumlah penduduk kecamatan jaten kabupaten karanganyar sebanyak 70.993 jiwa, terdiri dari 35,219 laki-laki dan 35.744 perempuan. Kemudian pada tahun 2010 mengalami peningkatan sebanyak 116 orang menjadi 71.109 jiwa. Pada tahun 2011 BPS melakukan pemutahiran data sehingga jumlah penduduk jawa tengah menjadi 80.726 jiwa yang terdiri dari 39.936 laki-laki dan 40.790 perempuan.  Data BPS pada tahun 2012 penduduk jawa tengah tercatat sebanyak 80.766 jiwa sedangkan pada tahun 2013 jumlah penduduk meningkat menjadi80.901 jiwa terdiri dari 39.807 laki laki dan 41.094 perempuan. Pertumbuhan penduduk ini megakibatkan peningkatan kebutuhan perumahan yang berakibat berkurangnya ketersediaan bahan pangan yang ada (BPS, 2009-2013).
 Ketersediaan bahan pangan di Jawa Tengah semakin menurun seiring bertambahnya tahun Produksi padi mengalami penyusutan tiap tahunnya. Pada tahun 2014 produksi padi sebesar 19.375,5 ton, Pada tahun 2015 mengalami penyusutan menjadi 18.765,3 ton. Pada tahun 2016 sebesar 18.137,1 ton, pada tahun 2017 mengalami penurunan yang banyak menjadi 17.490,2 ton dan pada tahun ini 2018 produksi padi sebesar 16.824,2 ton dengan asumsi produktivitas 6,44 ton/ha.Jika dikonversi padi ke beras maka didiketahui hasil bahwa pada tahun 2014 sampai 2018 ini pasokan beras mengalami penyusutan sebesar 7,3%. Pada tahun 2018 ini produksi beras sebesar 9.784,93, padahal pada tahun 2017 produksi beras sebesar 10.172,31.(BPS, 2014-2018) Mengacu pada perkiraan konsumsi beras/kapita/tahun sesuai susenas ,maka produksi beras dikecamatan  jaten pada tahun 2018 diperkirakan sudah berada pada ambang batas minimal. Melihat data tersebut jumlah pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan beras tidak sebanding,diperkirakan pada tahun 2020 nanti produksi beras sudah mengalami kekurangan sebesar - 69,7 ton dengan asumsi rata-rata konsumsi beras 102,7 kg/kapita/tahun, jika itu terjadi maka dampaknya masyarakat akan kelaparan dan kekurangan gizi, tidak hanya itu efektivitas kerja pun akan berkurang. Salah satu upaya untuk mengurangi ketidaksebandingan antara jumlah penduduk dan ketersediaan pangan adalah dengan peran pemerintah yaitu dilakukan program migrasi ke suatu wilayah yang memiliki lahan yang luas dan berkecukupan, melakukan program turun desa memperkenalkan masyarakat desa terhadap substitusi pangan, bahwa masih banyak  bahan pangan yang bisa menggantikan beras, seperti jenis umbi-umbian, gandum, dll, memberikan keringanan bagi petani yang menanam padi dalam pembayaran pajak PBB, Memberikan peminjaman untuk modal petani dengan suku bunga yang relatif kecil dengan jangka waktu yang relatif lama agar mempermudah petani, menjaga stabilitas pasokan beras dan insentif harga, memperbaiki sistem irigasi, karena masalah utama atas ketidakberhasilan dalam panen adalah kurangnya ketersediaan air, melakukan pengembangan lembaga dan jaringan bisnis dan terakhir perlu adanya penambahan alokasi dana APBD bidang pertanian untuk pemberian insentif bagi petani penanam padi dalam rangka menjaga kestabilan ketahanan pangan wilayah.
Dapat disimpulkan bahwa kondisi ketersediaan pangan dikecamatan jaten cukup memprihatinkan ditinjau dari ketersediaan sumber pangan pokok yaitu beras, produktivitas padi yang semakin menurun tiap tahunnya, tercukupinya ketersediaan pangan itu sangat penting dalam mencapai ketahanan pangan, perlu adanya pengawasan untuk mengontrol wilayah-wilayah yang sedang krisis dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya. Peran pemerintah sangat diperlukan dalam hal ini untuk mengendalikan krisis yang terjadi.
                                             Daftar Pustaka
Adawiyah, C.R dan S. Rusdiana. 2017. Analisis ekonomi dan prospek usaha tanaman dan ternak sapi dilahan perkebunan kelapa. J. SEPA (Social Economic and Agribusiness ). 10(1): 118-131
BPS 2009, Kecamatan Jaten Dalam Angka2009, Karanganyar : BPS
BPS 2010, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2010, Karanganyar : BPS
BPS 2011, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2011, Karanganyar : BPS
BPS 2012, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2012, Karanganyar : BPS
BPS 2013, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2013, Karanganyar : BPS
BPS 2014, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2014, Karanganyar : BPS
BPS 2015, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2015, Karanganyar : BPS
BPS 2016, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2016, Karanganyar : BPS
BPS 2017, Kecamatan Jaten Dalam Angka 2017, Karanganyar : BPS
Lipper, L., P. Thornton, B.M. Campbell., T. Baekader., A. Braimoh., M. Bwalya dan R. Hottle. 2014. Climate-smart agriculture for food security. Nature Climate Change Journal. 4(12) :1068
Prinstrup, A . P. 2009. Food security: definition and measurement. Food Security Journal. 1(1): 5-7
 Rusdiana, S dan A. Maesya. 2017. Pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan pangan di Indonesia. J. Agriekonomika. 6(1): 12-25
Wibowo, C. S. 2015. Dampak pengalihan fungsi lahan sawah pada produksi padi  sampai tahun 2018 dan implikasinya terhadap ketahanan pangan wilayah (Studi di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah). J. Ketahanan Nasioanal. 2(1): 107-117



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NIKAH MUDA

NIKAH MUDA Assalamu’alaikum guys,, kali ini aku ingin bercerita mengenai topic nikah muda, well pasti dari kalian ada nih yang pingi...