Rabu, 31 Juli 2019

Al-Qur’an Kompas Membentuk Pemuda KPK (Kompetensi, Profesionalitas dan Kontribusi)


Al-Qur’an Kompas Membentuk Pemuda KPK (Kompetensi, Profesionalitas dan Kontribusi)

Oleh : Yuli Isnawati


Kompleksitas permasalahan  karakter atau moralitas pemuda pada zaman milenial ini telah menjadi pemikiran sekaligus keperihatinan  bersama. Krisis karakter atau moralitas pemuda ditandai oleh meningkatnya kemalasan, ketidakjujuran, ketidaksiplinan serta pergaulan bebas yang sudah menjadi patologi dalam masyarakat. Demoralisasi ini karena proses pembelajaran biasa cenderung mengajarkan pendidikan moral dan budi pekerti sebatas tekstual semata dan kurang mempersiapkan pembelajar untuk menyikapi kehidupan yang kontradiktif tersebut (Zubaedi, 2011).. Kegagalan meletakkan Al-Quran dan Al-Sunnah dalam setiap urusan akan menyebabkan kegagalan dalam membentuk akhlak muslim yang komited terhadap tuntutan agama (Ahmad Munawar& Nuranizah, 2010). Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam, dan diyakini bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang paling sempurna melengkapi kitab-kitab lain seperti kitab Injil, Taurat dan Zabur. Al-Qur’an memiliki keistimewaan tersendiri salah satunya Al-Qur’an ditulis dalam bahasa arab yang memungkinkan Al-Qur’an mudah untuk dihafalkan. Saat ini sudah banyak pemuda - pemuda Islam bahkan anak kecil yang sudah hafal Al-Qur’an 30 Juz. Sungguh kebanggaan tersendiri bagi umat islam yang nantinya diharapkan mampu berdakwah melanjutkan dakwah Rasulullah SAW. Selain itu Al-Qur’an mencakup segala aspek kehidupan mulai dari segi ekonomi, Politik, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, sejarah dan sebagainya.  Sungguh memprihatinkan pada zaman ini dimana banyak pemuda pemuda yang notabene beragama islam akan tetapi tidak paham akan Al-qur’an itu sendiri, mereka hanya tau bahwa Al-quran adalah kitab mereka, akan tetapi enggan untuk mengkaji dan mentafsirkan makna-makna yang terkandung didalamnya. Banyak juga pemuda pemudi islam yang bahkan sudah khatam al-qur’an akan tetapi sekedar membaca tidak meresapi dan mengamalakan ayat suci Al-quran itu sendiri. Sesungguhnya orang yang membaca Al-Quran itu hanya mendapatkan pahala akan tetapi jika mengkaji dan mengamalakan  Al-Qur’an maka surga adalah jaminannya. 

Dari Aisyah r.h.a berkata bahwa Rasulullah saw.bersabda , “Orang yang ahli dalam al Qur’an akan berada bersama malaikat pencatat yang mulia lagi benar, dan orang terbata-bata membaca al Qur’an sedang ia bersusah payah (mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali.” (HR. bukhari, Nasa’I, Muslim, Abu Daud, Tarmidzi, dan ibnu Majah) . 

Kita sebagai pemuda islam adalah agent of change dimana tidak hanya diperlukan spiritualitas, moral/akhlak tapi diperlukan pribadi yang tangguh dengan jiwa kepemimpinan yang baik tapi diperlukan juga kompeten dalam bidang keilmuannya dan profesional serta kontribusi nyata. Kompetensi adalah jiwa yang harus dimiliki pemuda saat ini dimana memiliki kemampuan menguasai segala aspek kehidupan baik itu ketrampilan dan ilmu pengetahuan yang luas. Jika kita tinjau pada zaman peradaban islam, Islam pernah berjaya dan berkembang pesat dunia ilmu pengetahuan ketika abad ke 8 dan ke 11 pada masa bani abbasiyah dan ummayah dan salah satunya bukti nyata ada di andalusia yang bertepatan di Spanyol. Kita bisa lihat masjid Kordoba. contoh sejarawan islam yaitu Ibnu alhaithan yang menemukan ide kamera yang sampai saat ini kita gunakan untuk selfie, mengabadikan moment penting dan lain-lain. Abbas bin Firnas adalah orang yang mampu membuat kapal terbang, Abu al qasim al zahrawi adalah seorang yang ahli dibidang pembedahan, maryam al astrolalbi yang menemukan sistem astrolobe yang mempermudah posisi bintang, navigasi dan satelit, ibnu sina yang terkenal ahli kedokteran. Hal ini membuktikan bahwa banyak tokoh tokoh islam banyak yang berkompeten, Profesionalitas, sehebat apapun kita, jika kita tidak disiplin, tidak mengikuti aturan, tidak merencanakan segala sesuatunya dengan baik atau bergerak sembarangan maka tidak akan ada gunanya makadariitu kita harus profesional agar kompetensi dan kontribusi kita tajam dan bergema. Konstributif, kompetensi yang kita miliki harus diatas dan yang paling penting mampu menciptakan solusi bagi negri ini, jadi kita sebagai pemuda islam harus memberikan kontribusi terbaik dengan diisi semangat untuk membuat bangsa ini lebih bermartabat dan diridhoi oleh Allah SWT. Rusaknya peradaban islam karena rusaknya ilmu pengetahuan, rusaknya ilmu pengetahuan karena rusaknya pandangan dunia, dan rusaknya pandangan dunia dikarenakan meninggalkan adab. Jadi dengan kita mampu menjadi Pemuda yang KPK(Kontribusi, Profesionalitas dan Konstributif) kita mampu mejayakan peradaban islam kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NIKAH MUDA

NIKAH MUDA Assalamu’alaikum guys,, kali ini aku ingin bercerita mengenai topic nikah muda, well pasti dari kalian ada nih yang pingi...