Al-Qur’an Kompas Membentuk
Pemuda KPK (Kompetensi, Profesionalitas dan Kontribusi)
Oleh : Yuli Isnawati
Kompleksitas
permasalahan karakter atau moralitas pemuda pada zaman milenial ini telah
menjadi pemikiran sekaligus keperihatinan bersama. Krisis karakter atau moralitas pemuda ditandai oleh meningkatnya kemalasan, ketidakjujuran, ketidaksiplinan serta
pergaulan bebas yang sudah menjadi patologi dalam masyarakat. Demoralisasi ini
karena proses pembelajaran biasa
cenderung
mengajarkan pendidikan moral dan budi pekerti sebatas tekstual semata dan
kurang mempersiapkan pembelajar untuk menyikapi kehidupan yang kontradiktif
tersebut (Zubaedi, 2011).. Kegagalan
meletakkan Al-Quran dan Al-Sunnah dalam setiap urusan akan menyebabkan
kegagalan dalam membentuk akhlak muslim yang komited terhadap tuntutan agama
(Ahmad Munawar& Nuranizah, 2010). Al-Qur’an
merupakan kitab suci umat Islam, dan diyakini bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang
paling sempurna melengkapi kitab-kitab lain seperti kitab Injil, Taurat dan
Zabur. Al-Qur’an memiliki keistimewaan tersendiri salah satunya Al-Qur’an
ditulis dalam bahasa arab yang memungkinkan Al-Qur’an mudah untuk dihafalkan.
Saat ini sudah banyak pemuda - pemuda Islam bahkan anak kecil yang sudah hafal
Al-Qur’an 30 Juz. Sungguh kebanggaan tersendiri bagi umat islam yang nantinya diharapkan
mampu berdakwah melanjutkan dakwah Rasulullah SAW. Selain itu Al-Qur’an
mencakup segala aspek kehidupan mulai dari segi ekonomi, Politik, sosial, budaya,
ilmu pengetahuan, sejarah dan sebagainya. Sungguh memprihatinkan pada zaman ini dimana
banyak pemuda pemuda yang notabene beragama islam akan tetapi tidak paham akan
Al-qur’an itu sendiri, mereka hanya tau bahwa Al-quran adalah kitab mereka,
akan tetapi enggan untuk mengkaji dan mentafsirkan makna-makna yang terkandung
didalamnya. Banyak juga pemuda pemudi islam yang bahkan sudah khatam al-qur’an
akan tetapi sekedar membaca tidak meresapi dan mengamalakan ayat suci Al-quran
itu sendiri. Sesungguhnya orang yang membaca Al-Quran itu hanya mendapatkan
pahala akan tetapi jika mengkaji dan mengamalakan Al-Qur’an maka surga adalah jaminannya.
Dari Aisyah r.h.a berkata bahwa Rasulullah
saw.bersabda , “Orang yang ahli dalam al Qur’an akan berada bersama malaikat
pencatat yang mulia lagi benar, dan orang terbata-bata membaca al Qur’an sedang
ia bersusah payah (mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali.” (HR. bukhari, Nasa’I,
Muslim, Abu Daud, Tarmidzi, dan ibnu Majah) .
Kita sebagai pemuda islam adalah agent of change
dimana tidak hanya diperlukan spiritualitas, moral/akhlak tapi diperlukan
pribadi yang tangguh dengan jiwa kepemimpinan yang baik tapi diperlukan juga
kompeten dalam bidang keilmuannya dan profesional serta kontribusi nyata. Kompetensi
adalah jiwa yang harus dimiliki pemuda saat ini dimana memiliki kemampuan
menguasai segala aspek kehidupan baik itu ketrampilan dan ilmu pengetahuan yang
luas. Jika kita tinjau pada zaman peradaban islam, Islam pernah berjaya dan
berkembang pesat dunia ilmu pengetahuan ketika abad ke 8 dan ke 11 pada masa
bani abbasiyah dan ummayah dan salah satunya bukti nyata ada di andalusia yang
bertepatan di Spanyol. Kita bisa lihat masjid Kordoba. contoh sejarawan islam
yaitu Ibnu alhaithan yang menemukan ide kamera yang sampai saat ini kita
gunakan untuk selfie, mengabadikan moment penting dan lain-lain. Abbas bin
Firnas adalah orang yang mampu membuat kapal terbang, Abu al qasim al zahrawi
adalah seorang yang ahli dibidang pembedahan, maryam al astrolalbi yang
menemukan sistem astrolobe yang mempermudah posisi bintang, navigasi dan
satelit, ibnu sina yang terkenal ahli kedokteran. Hal ini membuktikan bahwa
banyak tokoh tokoh islam banyak yang berkompeten, Profesionalitas, sehebat
apapun kita, jika kita tidak disiplin, tidak mengikuti aturan, tidak
merencanakan segala sesuatunya dengan baik atau bergerak sembarangan maka tidak
akan ada gunanya makadariitu kita harus profesional agar kompetensi dan
kontribusi kita tajam dan bergema. Konstributif, kompetensi yang kita miliki
harus diatas dan yang paling penting mampu menciptakan solusi bagi negri ini,
jadi kita sebagai pemuda islam harus memberikan kontribusi terbaik dengan diisi
semangat untuk membuat bangsa ini lebih bermartabat dan diridhoi oleh Allah
SWT. Rusaknya peradaban islam karena rusaknya ilmu pengetahuan, rusaknya ilmu
pengetahuan karena rusaknya pandangan dunia, dan rusaknya pandangan dunia
dikarenakan meninggalkan adab. Jadi dengan kita mampu menjadi Pemuda yang
KPK(Kontribusi, Profesionalitas dan Konstributif) kita mampu mejayakan
peradaban islam kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar