JALAN KU MENJEMPUT HIDAYAH
Oleh : Yuli Isnawati
Oleh : Yuli Isnawati
Hijrah ku dimulai saat aku mulai bergabung di aktivis dakwah sekolah atau yang dikenal dengan ROHIS. Aku bertemu dengan teman teman dan kakak kakak yang sudah paham akan agama. Keluargaku sendiri tidak begitu paham dengan agama yang sesuai syariat atau ga sesuai sunnah. Bertepatan saat usiaku 17 tahun aku mulai mengenakan hijab syar'i, yang saat itu aku dibimbing oleh pacarku, iya dulu aku punya pacar, dia sangat menyayangiku, tiap aku berubah atau tidak menggunakan hijab syar'i pasti dia bakal marah-marah. Kita deket karna kebetulan kita berada diorganisasi yang sama dan pernah berada diruangan yang sama saat karantina lomba olimpiade, yaaa lumayanlah buat pdkt hehe, selain dia yang memprakasai jalan hijarahku dia juga sering banget ngajarin aku kimia, so dari situ aku jadi suka kimia, karna pasti ingat dia. Begitulah cinta, seiring berjalannya waktu aku sering baca baca artikel seputar dakwah, semakin berkembang pola fikirku untuk mengenal islam,namun pada suatu waktu aku menemukan suatau pemahaman yang bertolak belakang dengan yang aku alami bahwasannya pacaran itu tidak boleh dalam agama.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Yang Artinya Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk ( Al-Isra' Ayat 32)
Aku berfikir berulang kali,disamping aku ingin menaati syariat tetapi aku masih cinta, pokoknya payah saat itu, kemudian aku dapat ide untuk memutuskan break, bisa gasih kalau aku hidup tanpa dia. Sejak aku pacaran seolah olah hidupku bergantung sesosok dia, jadi kek manja terus ya gitu gitu lah kek remaja pada umumnya. Hari demi hari aku lalui aku mencoba ga bales chat dia, dan ga bales kommenan dia disosmed, bener-bener pasang muka cuek ke dia. Jahat memang kalau kek gitu, tapi apalah daya itu upayaku untuk melatih diri hingga akhirnya dia tidak tahan dengan sikapku yang akhirnya kita putus beneran. Sumpah drama banget, aku nangis beberapa hari sampekku banting Hpku, kek nyesel kenapa aku ga bales chat dia sih dulu. Semua yang pernah ku lakuin sama dia terniang diotak, biasanya dia sering ngasih aku motivasi belajar, dakwah terus perhatian kini udah ga lagi, hpku sepi sunyi dan dia udah nyaman dengan wanita lain.
Penyesalan pasti ada, tapi aku mencoba bangkit dan ga mau perlihatkan kesedihanku pada dia, biar aku ajah yang ngrasain, be strong women. Kalau ketemu disekolah bener bener menghindar termasuk dengan wanita pilihannya sebagai penggantiku. Hanya itu yang bisa kulakuin agar hatiku engga terluka parah. Aku menyibukkan dengan berbagai kegiatan, disaat itu aku diamanahi menjadi leader di 2 organisasi yaitu ROHIS dan juga Jurnalistik. Aku juga ikut bimbingan kelas olimpiade kebumian, fisika, kimia dan matematika. Banyak yang bilang otakmu kok muat??? hahaha, sebenernya kalau ada tekat pasti mudah untuk mengerjakan. Aku ikut kelas olimp bukan karena pandai, tapi guruku bilang kalau aku ingin ikut, ikut ajah gapapa, itung itung menjadi saingan mereka mereka yang sebenernya sudah dipilih guruku buat maju olimp, jadi mereka lebih giat buat belajar. Tetapi, aku tetep intensif belajar kebumian yang menjadi bidangku kala itu. Cukup banyak upayaku buat melupakan cinta, tapi tetap saja selalu kebayang mana kala ketemu mereka berdua atau teman-teman yang jahil. Alhamdulillah aku kuat, hingga 1 tahun berjalan, mantan pacarku lulus dan pergi ke kota untuk melanjutkan kehidupan. Sebenernya aku sudah banyak berharap untuk hidup dengannya, aku ingin mencintai 1x setelahnya aku menikah. Jika dihitung aku pacaran sekitar 3 bulanan, jadi dia nembak saat awal liburan semester kelas X dan putus awal semester kelas Xl, cukup singkat tapi pdktnya dari awal masuk SMA. Kemudian aku kelas Xll, aku belajar dengan giat karna aku pingin kuliah, udah ga mikir cinta-cintaan dan organisasi. Fokus dengan masa depan, akan tetapi semakin kesini semakin bimbang. Kalau kuliah ngabisin uang sedangkan kalau engga kuliah mau kerja apa? hanya lulusan SMA, disamping itu aku merasa malu, takut kalau ditanya guru guruku kalau ketemu dijalan, kek buat apa dulu aku rajin banget sekolah dan belajar kalau 1 langkah lagi aku ga selesai, sangat disayangkan. Hingga akhirnya usahaku tidak sia sia selama sekolah 3 tahun aku diterima di PTN ternama di Indonesia dan dijurusan prodi favorit se PTN itu no.5 kala itu. Ayah ibuku support aku penuh, karena aku anak yang nurut sama orang tua, jadi apapun yang menjadi pilihanku mereka akan usahakan yang terbaik buat aku..di fase ini aku bertemu dengan seorang laki-laki yang sangat faham akan sunnah. MasyaAllah pokoknya, dia sesosok yang tegas, sikapnya dingin banget kalau sama perempuan. Aku dimasukkan digroup Tegar Di atas Sunnah Akhwat, nah dari situ aku mulai belajar, jadi aku dari awal ga terjerumus dengan banyak bid'ah yang mana malah menjerumuskan ke syirikan.
1 tahun kuliah di PTN tersebut aku tinggal dikontrakan bersama teman teman satu wilayahku/daerah aku tinggal. Sebenernya nyaman tinggal bareng mereka, tapi aku merasa kurang terjaga, banyak cowok yang diajak main ke kontrakan yang kebetulan kamarku depan pintu utama. Udah gitu kontrakannya serem dan ga ada wifi. Teman-teman yang lain juga pindah dan aku memutuskan untuk pindah juga, selama 1 tahun itu juga aku aktif mentoring, ikut kegiatan keagamaan dikampus, dan sering dateng ke kajian dimasjid kampus karna jaraknya lumayan deket sama kontrakan. Tahun kedua aku berada di Rumah Tahfidz Muslimah Cendekia. MasyaAllah banget...aku menemukan lingkungan yang bagus, yang bener bener mengajak aku dalam hal kebaikan. Disini aku dituntut untuk menjadi hafidzah, disela sela kesibukan aku kuliah. Berperan menjadi santri, mahasisiwi dan aktivis tentu tidak mudah, aku sering kehilangan arah dan bingung mana yang harus aku dahulukan. Tetapi ustadzahku mengatakan jadilah Sholehah dan Muslihah. Maknanya sholehah itu kita taat dan patuh pada Allah, jadi ya kita menjalankan ibadah wajib, mengerjakan sunnah sunnah Rasulullah dll. Sedangkan muslihah ialah kita bermanfaat untuk orang lain, jadi antara akademis, aktivis dan nyantri itu berjalan imbang...
BERSAMBUNG...
Cerita ini bersambung karena penulis masih harus menjalani ujian ketaatan dan ke istiqomahan hehe, doakan aku dan ingatkan aku selalu untuk menebar kebaikan agar bermanfaat untuk orang lain..
sekian dan terima kasih...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar