Kontribusiku dalam Dakwah Kampus
Nama saya Yuli Isnawati, saya merupakan mahasiswi
angkatan 2017 jurusan teknologi pangan, untuk saat ini saya aktif dibidang
riset dan ROHIS fakultas di Fakultas tercinta. Fakultas Peternakan dan
Pertanian Selain itu saya juga ikut berkontribusi di Rumah Amal MasKam UNDIP.
Saat ini saya diamanahi untuk menjadi staff BPMAIF. Disini saya sebagai
fasilitator untuk bidang mentoring, yang tentunya memiliki proker proker di
bidang mentoring, melihat segi keislaman
FPP yang sangat minim jika dibandingkan dengan Fakultas yang lain saya bersama
rekan rekan saya BPMAIF berusaha untuk memberikan fasilitas terbaik yang sesuai
dengan kemampuan kita. Alhasil kadang saya merasa kecewa, dan kadang membuat
saya malas untuk membuat kegiatan. Saya juga kecewa dengan sistem praktikum
yang menyita banyak waktu, sehingga orang-orang melupakan apa yang semestinya
dibutuhkan yaitu kestabilan iman, tak hanya itu kurangnya kesatuan antar
anggota ROHIS yang membuat ROHIS tak nampak hidup di kampus ini. Meski demikian
saya sadar bahwa memang tak mudah untuk mendakwahkan agama Allah, bahkan
Rasulullah pun mengalami masa masa yang sulit, itulah yang membuat saya kembali
bersemangat untuk senantiasa bertahan di dunia dakwah dikampus, sebaik baik
manusia adalah yang bermanfaat untukorang lain, dengan cara saling mengingatkan
itulah yang bisa saya lakukan, karena saya juga masih kurang imu, Untuk memperdalam
ilmu agama saya, saya menyempatkan waktu dimaskam dengan rekan rekan saya beda
fakultas, iya beda fakultas dan terkadang bersama rekan saya BPMAIF, menghadiri
inspirasi pagi yang diadakan INSANI dan juga ikut kajian di FSM setiap hari
senin, di FPP memang ada, akan tetapi saya tidak berani sendiri, untuk itu saya
datang di FSM karena teman teman hijrah saya banyak disana, dan kajian kajian
yang diadakan di ROHIS fakultas yang lain seperti Al-Bahrain, skripsi, madani
dll. Dengan cara Roadshow itulah yang bisa saya lakukan, mengamati apa apa
kelebihan mereka dan nantinya saya berusaha menerapkan sistemnya di An-Nahl.
Meskipun saya adalah orang yang sangat kecewa akan sistem An Nahl tapi saya
memiliki kewajiban untuk dakwah. Rasa kecewa haruslah menjadi ajang perubahan
bukan memutuskan semangat dalam berdakwah, iya, seperti layaknya penyair,
karena segala dukanya ia tumpahkan menjadi sebuah karya seni, maka karya seni
itupun bisa bermanfaat untuk orang lain, mempermudah memaknai apa yang di
inginkan yang sebelumnya sangat sulit untuk di jelaskan pada orang lain. Sama
halnya dalam berdakwah karena rasa kecewa itulah yang membakar semangat kita
untuk berdakwah menggalang perubahan bahwa ROHIS itu sama dengan organisasi
yang lain, tidak hanya akwat maupun ikhwan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar