Rabu, 31 Juli 2019

Kontribusiku dalam Dakwah Kampus


Kontribusiku dalam Dakwah Kampus

Nama saya Yuli Isnawati, saya merupakan mahasiswi angkatan 2017 jurusan teknologi pangan, untuk saat ini saya aktif dibidang riset dan ROHIS fakultas di Fakultas tercinta. Fakultas Peternakan dan Pertanian Selain itu saya juga ikut berkontribusi di Rumah Amal MasKam UNDIP. Saat ini saya diamanahi untuk menjadi staff BPMAIF. Disini saya sebagai fasilitator untuk bidang mentoring, yang tentunya memiliki proker proker di bidang mentoring, melihat  segi keislaman FPP yang sangat minim jika dibandingkan dengan Fakultas yang lain saya bersama rekan rekan saya BPMAIF berusaha untuk memberikan fasilitas terbaik yang sesuai dengan kemampuan kita. Alhasil kadang saya merasa kecewa, dan kadang membuat saya malas untuk membuat kegiatan. Saya juga kecewa dengan sistem praktikum yang menyita banyak waktu, sehingga orang-orang melupakan apa yang semestinya dibutuhkan yaitu kestabilan iman, tak hanya itu kurangnya kesatuan antar anggota ROHIS yang membuat ROHIS tak nampak hidup di kampus ini. Meski demikian saya sadar bahwa memang tak mudah untuk mendakwahkan agama Allah, bahkan Rasulullah pun mengalami masa masa yang sulit, itulah yang membuat saya kembali bersemangat untuk senantiasa bertahan di dunia dakwah dikampus, sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat untukorang lain, dengan cara saling mengingatkan itulah yang bisa saya lakukan, karena saya juga masih kurang imu, Untuk memperdalam ilmu agama saya, saya menyempatkan waktu dimaskam dengan rekan rekan saya beda fakultas, iya beda fakultas dan terkadang bersama rekan saya BPMAIF, menghadiri inspirasi pagi yang diadakan INSANI dan juga ikut kajian di FSM setiap hari senin, di FPP memang ada, akan tetapi saya tidak berani sendiri, untuk itu saya datang di FSM karena teman teman hijrah saya banyak disana, dan kajian kajian yang diadakan di ROHIS fakultas yang lain seperti Al-Bahrain, skripsi, madani dll. Dengan cara Roadshow itulah yang bisa saya lakukan, mengamati apa apa kelebihan mereka dan nantinya saya berusaha menerapkan sistemnya di An-Nahl. Meskipun saya adalah orang yang sangat kecewa akan sistem An Nahl tapi saya memiliki kewajiban untuk dakwah. Rasa kecewa haruslah menjadi ajang perubahan bukan memutuskan semangat dalam berdakwah, iya, seperti layaknya penyair, karena segala dukanya ia tumpahkan menjadi sebuah karya seni, maka karya seni itupun bisa bermanfaat untuk orang lain, mempermudah memaknai apa yang di inginkan yang sebelumnya sangat sulit untuk di jelaskan pada orang lain. Sama halnya dalam berdakwah karena rasa kecewa itulah yang membakar semangat kita untuk berdakwah menggalang perubahan bahwa ROHIS itu sama dengan organisasi yang lain, tidak hanya akwat maupun ikhwan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NIKAH MUDA

NIKAH MUDA Assalamu’alaikum guys,, kali ini aku ingin bercerita mengenai topic nikah muda, well pasti dari kalian ada nih yang pingi...